Ditetapkan Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Polri Persilahkan Ferdinand Hutahaean Ajukan Praperadilan

Ferdinand Hutahaean telah diundang oleh Polri untuk mengajukan gugatan praperadilan yang menantang penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian.

“Tolong hargai hak tersangka dan kuasa hukumnya. Itu memang jalan yang ditempuh,” kata Brigjen Ahmad Ramadhan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, kepada awak media di Jakarta, Selasa. (11/1/2022).

Ramadhan mengatakan, Ferdinand Hutahaean ditangkap terkait kasus tersebut oleh penyidik Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri.

“Alasan utama pemenjaraan penyidik adalah subjektif: takut kabur, takut mengulangi perbuatan, dan takut kehilangan barang bukti,” jelas Ramadhan.

Selain itu, penangkapan dilakukan sehubungan dengan pasal yang dituduhkan terhadap Ferdinand Hutahaean di atas hukuman penjara lima tahun.

“Sedangkan alasan objektifnya, ancaman yang disangkakan kepada tersangka FH di atas 5 tahun,” ucap Ramadhan.

Sebagaimana diketahui, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri total telah memeriksa saksi sebanyak 38 saksi terkait kasus ujaran kebencian yang menjerat Ferdinand Hutahaean. Jika dirincikan, saksi-saksi tersebut terdiri dari 17 saksi dan 21 saksi ahli. Atas perbuatannya Ferdinand dijerat Pasal 14 Ayat (1) dan (2) Peraturan Hukum Pidana UU nomor 1 tahun 1946. Selain itu, Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU ITE tentang ujaran kebencian.

Leave a Comment